Siklus Akuntansi: Penandingan dan Penyesuaian

Oleh: Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., QIA

Konsep Penandingan

Pada waktu akuntan menyiapkan laporan keuangan, mereka berasumsi bahwa umur ekonomi suatu bisnis dapat dibagi ke dalam beberapa periode waktu. Dalam menggunakan konsep periode akuntansi ini, akuntan harus menentukan dalam periode mana pendapatan dan beban bisnis akan dilaporkan. Untuk menentukan periode yang tepat, akuntan akan menggunakan (1) akuntansi dasar kas atau (2) akuntansi dasar akrual.

Pada dasar kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode dimana kas diterima atau dibayar. Misalnya, penghasilan atau honor dicatat ketika kas diterima dari klien, dan upah dicatat ketika kas dibayarkan kepada karyawan. Laba (rugi) bersih merupakan selisisih antara penerimaan kas (pendapatan) dan (pengeluaran).

Pada dasar akrual, pendapatan dilaporkan dalam bentuk laba-rugi pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan. Misalnya, pendapatan dilaporkan pada saat jasa diberikan kepada pelanggan tanpa melihat apakah kas telah diterima atau belum dari pelanggan selama periode ini. Konsep yang mendukung pelaporan pendapatan ini disebut konsep pengakuan pendapatan.

Pada dasar akrual, beban dan pendapatan yang saling terkait dilaporkan pada periode yang sama. Sebagai contoh, upah karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode dimana karyawan memberikan jasa dan bukan pada saat upah dibayarkan.

Konsep akuntansi yang mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait pada periode yang sama disebut konsep penandingan atau prinsip penandingan. Dalam konsep ini, laporan laba-rugi akan melaporkan laba atau rugi untuk periode tersebut.

Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku mempersyaratkan penggunaan dasar akrual tersebut. Akan tetapi, usaha jasa yang kecil boleh saja menggunakan dasar kas karena mereka mempunyai sedikit piutang dan utang usaha. Sebagai contoh, pengacara dan dokter, seringkali menggunakan dasar kas. Bagi mereka, dasar kas akan menghasilkan laporan keuangan yang mirip dengan yang disajikan menurut dasar akrual.

Sifat Proses Penyesuaian

Pada akhir periode akuntansi, beberapa saldo akun buku besar dapat dilaporkan dalam laporan keuangan tanpa perubahan. Misalnya, saldo akun kas adalah jumlah yang biasanya dilaporkan dalam neraca. Akan tetapi, beberapa akun buku besar memerlukan pemutakhiran. Sebagi contoh, saldo untuk beban dibayar dimuka biasanya dilaporkan terlalu besar karena penggunaan aktiva ini tidak dicatat setiap hari. Saldo akun perlengkapan biasanya menggambarkan beban perlengkapan pada awal periode ditambah harga perolehan perlengkapan yang dibeli selama periode tersebut. Untuk mencatat penggunaan perlengkapan setiap hari diperlukan banyak banyak ayat jurnal dengan jumlah kecil. Selain itu, jumlah total perlengkapan relatif kecil dibanding aktiva lainnya, dan manajer biasanya tidak memeerlukan informasi tentang perlengkapan setiap hari.

Ayat jurnal yang memutakhirkan akun pada akhir peiode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian. Semua ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi paling sedikit satu akun laporan laba rugi dan satu akun neraca. Dengan demikian, satu ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aktiva atau kewajiban.

Ada empat pos penting kejadian yang perlu disesuaikan. Dua pos yang pertama adalah penangguhan. Penangguhan dilakukan dengan mencatat transaksi sedemikian rupa sehingga menunda atau menangguhkan pengakuan beban atau pendapatan. Dua pos kedua yang membutuhkan ayat jurnal penyesuaian adalah pos akrual. Akrual timbul akibat tidak adanya pencatatan beban yng terjadi atau pendapatan yang dihasilkan. Secara sederhana, pos-pos akrual dapat diartikan sebagai pos-pos yang timbul sejalan dengan berlalunya waktu, namun tidak dilakukan pencatatan atas pos-pos tersebut.

Beban Yang Ditangguhkan (Beban Dibyar Di Muka)

Merupakan pos yang sejak awal dicatat sebagai aktiva tetapi diharapkan menjadi beban dikemudian hari atau selama operasi normal bisnis. Perlengkapan dan asuransi dibayar di muka merupakan dua contoh beban dibayar dimuka yang mungkin membutuhkan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Contoh lainnya termasuk beban iklan dibayar dimuka dan bunga dibayar di muka.

Contoh transaksi:

Akun perlengkapan pada harga peroleh sebesar Rp 20.000.000. namun setelah dicek kebenarannya ternyata tersisa Rp 16.000.000. berarti perlengkapn yang telah terpakai sebesar Rp 4.000.000. Jurnal dari transaksi ini adalah.

Beban Perlengkapan                           4.000.000

Perlengkapan                                                   4.000.000

Pendapatan Yang Ditangguhkan (Pendapatan Diterima Dimuka)

Merupakan pos yang sejak awalnya dicatat sebagai kewajiban tetapi diharapkan menjadi pendapatan dikemudian hari atau selama operasi normal bisnis. Contoh dari pendapatan yang ditangguhkan adalah sewa diterima dimuka. Contoh lainnya adalah uang kuliah yang diterima dimuka oleh perguruan tinggi, honor tahunan yang diterima oleh pengacara, premi yang diterima di muk oleh perushaaan asuransi, dan uang langganan majalah yang diterima oleh penerbit.

Contoh transaksi:

Berdasarkan neraca saldo PT Idola  tercatat bahwa akun sewa diterima dimuka sebesar 3.000.000 jumlah ini merupakan pendapatan sewa untuk masa waktu 3 tahun. Pada akhir tahun ini harus diakui bagian sewa yang benar-benar terjadi yaitu 1.000.000. Jurnal untuk mencatat penyesuaian ini adalah:

Sewa diterima dimuka                                    1.000.000

Pendapatan sewa                                            1.000.000

Beban Akrual Atau Kewajiban Akrual

Beban akrual adalah beban yang telah terjadi tetapi belum dicatat dalam akun. Contoh dari beban akrual yang terutang kepada karyawan di akhir periode. Contoh lainnya adalah bunga akrual atas wesel bayar dan pajak akrual.

Contoh transaksi:

Pada akhir Desember, upah akrual PT Idola adalah sebesar 250.000. Jumlah ini merupakan beban tambahan untuk Desember dan didebit ke akun beban upah. Ini juga merupakan kewajiban sampai tanggal 31 Desember dan dikredit ke utang upah. Jurnal untuk mencatat penyesuaian ini adalah:

Beban Upah                            250.000

Hutang Upah                                      250.000

Pendapatan Akrual Atau Aktiva Akrual

Pendapatan akrual adalah pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat dalam akun. Contoh pendapatan akrual adalah honor atas jasa yang telah diberikan oleh pengacara tetapi belum ditagih kepada klien pada akhir periode. Contoh lainnya adalah honor yang belum ditagih oleh agen perjalanan, bunga akrual atas wesel tagih, dan sewa akrual atas bangunan yang disewakan kepada orang lain.

Contoh transaksi:

PT Idola telah selesai menyelesaikan pekerjaan jasa kepada kliennya sebesar 400.000. meskipun pendapatan tersebut belum diterima dan akan ditagih bulan berikutnya namun PT Idola sudah menghasilkan pendapatan tersebut pada bulan ini. Sehingga transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Piutang Usaha                         400.000

Pendapatan Honor                              400.000

Penyusutan Aktiva Tetap

Kecuali tanah, aktiva tetap menyusut sejalan dengan berlalunya waktu. Menurunnya kemanfaatan aktiva yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban. Untuk alasan ini, sebagian biaya dari aktiva tetap dicatat sebagi beban setiap tahun selain masa manfaatnya. Beban periodik tersebut dicatat sebagai beban penyusutan di sebelah debit. Sebagai kontranya maka dicatat pada akun akumulasi penyusutan aktiva tetap yang bersangkutan.

Contoh transaksi:

PT Idola membeli mobil seharga 40.000.000 pada awal tahun. Jumlah ini setiap tahunnya perlu disusutkan. Metode penyusutan menggunakan garis lurus dengan tarif 10% dengan umur ekonomis 12 tahun, nilai residu sebesar 4.000.000. dari kejadian ini maka untuk menghitung penyusutan adalah sebagai berikut:

Penyusutsan    = Harga perolehan – nilai residu / umur ekonomis

Penyusustan    = 40.000.000 – 4.000.000 / 12

= 3.000.000 pertahun

Jurnal:

Beban Penyustan kendaraan               3.000.000

Akumulasi penysustan kendaraan                   3.000.000

About these ads

About akuntansibisnis
Me

3 Responses to Siklus Akuntansi: Penandingan dan Penyesuaian

  1. dhina says:

    informasi yg disediakan kurang lengkap dan belum memenuhi kebutuhan informasi yang kami cari

    • Thx tuk komentarnya mbak Dhina. Blog ini hanya mau mensahringkan apa yang duluan saya ketahui, dengan harapan bisa menambah wawasan pembaca yang belum tahu. Jika masih kurang memenuhi kebutuhan mbak Dhina, berarti mbak lebih tahu dari saya kan. mohon dishare info terkait yang lebih lengkap ya mbak. Biar saya menjadi tahu.

  2. adinda says:

    thanks pak…informasinya menjadi tambahan ilmu buat saya……..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: